6 Kunci Kebahagiaan Keluarga


Sedikit bernostalgia, 7 Desember  1999, merupakan hari bersejarah dalam kehidupan saya. Hari itu merupakan hari pernikahan saya dengan gadis asal Baturaja Sumatera Selatan. Dalam rentang waktu sampai sekarang, tentunya duka derita suka senang telah terarungi. Gelombang masalah, tentunya membuat kehidupan rumah tangga semakin matang. “ We have a dream”, sebuah impian yang terus didengungkan, impian untuk mengarungi kebahagiaan dunia dan akhirat bersama-sama. Upaya yang dilakukan, belajar, belajar, dan terus belajar.

Melalui blog “ Semua Tentang Belajar”, saya mencoba menulis tentang 6 Kunci Kebahagiaan Keluarga, sebagai pembelajaran bagi saya dan keluarga khususnya, dan semoga saja bermanfaat bagi ikhwan/akhwat pembaca. Sebelum posting ini, saya pernah menulis tentang 4 Tipe Suami Baik menurut Islam.

Berikut 6 kunci kebahagiaan keluarga, selamat membaca !

·         Ciptakan Kehidupan Beragama di dalam Keluarga
Dalam agama terdapat nilai-nilai moral dan etika kehidupan. Landasan utama kehidupan keluarga berdasarkan landasan agama adalah kasih sayang. Antara sesama anggota keluarga hendaknya saling mengeratkan kasih sayang, menghindari berbagai perselisihan faham yang dapat merusak harmonisasi keluarga.

·         Luangkan waktu bersama keluarga
Walau sesibuk apapun suami isteri, hendaklah luangkan waktu untuk bisa bertemu dan beraktivitas bersama suami atau isteri dan anak-anak. Tidak perlu menurutkan kesibukkan di luar rumah, baik untuk pekerjaan kita maupun kegiatan sosial.

·         Menciptakan hubungan baik antar anggota keluarga
Seorang suami hendaklah berperan aktif dalam menciptakan suasana hubungan yang harmonis, sehingga kemesraan antar anggota keluarga dapat dipupuk di manapun mereka berada. Dengan demikian susah senangnya kehidupan yang dialami keluarga dapat dirasakan bersama-sama.

·         Saling menghargai dalam hubungan ayah-ibu – anak
Seorang anak sudah sewajarnya menghormati kedua orang tuanya. Namun sebaliknya, orang tua juga harus menghargai dan memahami sikap atau pendirian anak-anaknya, apalagi anak yang telah dewasa, sejauh sikap mereka tidak bertentangan dengan akidah Islam. Seorang suami harus menghargai usaha isterinya dalam mengurus rumah tangga, isteri pun harus menghargai usaha dan pekerjaan suaminya. Sukurlah setiap nafkah yang diberikan suami sebagai rizki dari Allah kepada kita.

·         Ikatan keluarga harus kuat
Keluarga merupakan unit terkecil yang terdiri dari ayah, ibu dan anak. Hubungan sesama mereka harus kuat, jangan biarkan menjadi renggang. Setiap ada masalah, segera selesaikan. Menunda penyelesaian masalah hanya akan membuat masalah menjadi berlarut-larut dan semakin sulit diselesaikan.

·         Utamakan keutuhan keluarga
Keutuhan keluarga harus diutamakan. Berusahalah sekuat tenaga untuk menghindari berbagai masalah yang mengganggu keharmonisan rumah tangga, apalagi yang dapat membawa hubungan ke arah perceraian. Jangan jadikan anak sebagai korban perceraian.

Semoga 6 kunci kebahagiaan keluarga ini bermanfaat !

0 Komentar untuk "6 Kunci Kebahagiaan Keluarga"
Back To Top