Artikel Motivasi, Pendidikan, Pengembangan Diri, dan Pembinaan Keluarga

METODE PEMBELAJARAN AL QUR’AN : METODE DIROSA

METODE PEMBELAJARAN AL QUR’AN : METODE DIROSA
Metode Dirosa merupakan sistem pembinaan Islam berkelanjutan, diawali dengan belajar baca Al Qur’an. Panduan baca Al Qur’an pada metode dirosa disusun tahun 2006 yang dikembangkan oleh Wahdah Islamiyah Gowa. Panduan ini khusus orang dewasa dengan sistem klasikal 20 kali pertemuan.


Buku panduan metode dirosa lahir dari sebuah proses panjang, dari sebuah perjalanan pengajaran Al Qur’an di kalangan ibu-ibu yang dialami sendiri oleh pencetus dan penulis buku tersebut. Telah terjadi proses pencarian format yang terbaik pada pengajaran Al Qur’an di kalangan ibu-ibu selama kurang lebih 15 tahun dengan berganti-ganti metode. Dan akhirnya ditemukanlah satu format yang sementara dianggap paling ideal, paling baik dan efektif, yaitu memadukan pembelajaran baca Al Qur’an dengan pengenalan dasar-dasar keislaman. Panduan Dirosa mulai berkembang di daerah Sulawesi, Kalimantan, dan Maluku, yang dibawa oleh para da’i.

Secara garis besar metode pengajaran Al Qur’an metode Dirosa adalah Baca-Tunjuk-Simak-Ulang, yaitu pembina membacakan, peserta menunjuk tulisan, mendengarkan dengan seksama kemudian mengulangi bacaan tadi. Teknik ini dilakukan bukan hanya bagi bacaan pembina, tetapi juga bacaan dari sesama peserta. Semakin banyak mendengar dan mengulang, semakin besar kemungkinan untuk bisa baca Al Qur’an lebih cepat.

Demikian posting kali ini mengenai metode pembelajaran Al Qur’an metode Dirosa. Semoga bermanfaat.
Sumber : Ditjen PAIS Kemenag RI
Tag : al Qur'an
0 Komentar untuk "METODE PEMBELAJARAN AL QUR’AN : METODE DIROSA"
Back To Top