Untuk silaturahim, silakan "like" fanspage FB kami, atau ikuti @denikurnia76, atau Silakan kirim artikel anda ke fadlirobi@gmail.com

www.diaf.web.id

Cara Menanamkan Disiplin pada Anak

Diterbitkan Oleh Diaf Edukasi


Cara Menanamkan Disiplin pada Anak
Banyak cara menanamkan disiplin pada anak, salah satunya yang berorientasi pada cinta kasih ( love oriented technique ), atau dikenal dengan, “ Menanamkan disiplin dengan meyakinkan tanpa kekuasaan “. Memberikan pujian dan menjelaskan sebab musabab sesuatu tingkah laku yang boleh dan tidak boleh dilakukan, melalui penalaran dengan dasar kasih sayang yang dirasakan oleh anak, akan mengembangkan rasa tanggung jawab dan disiplin diri yang baik.
Seorang pakar pendidikan anak, Ellen G. White, memaparkan 5 cara menanamkan disiplin pada anak berorientasi pada kasih sayang, yaitu sebagai berikut :

1.       Gabungan pengaruh kasih sayang dan wewenang
Penuhi rumah tangga dengan wajah yang berseri-seri, kata-kata yang menyenangkan. Jauhi sikap memihak dalam diri orang tua dan guru, tak ada penekanan untuk menanamkan disiplin, namun yang ada adalah digabungkannya pengaruh kasih sayang dan wewenang akan memberikan bentuk yang sebenarnya kepada keluarga dan komunitas sekolah.

2.       Munculkan asma dan sifat Allah dalam disiplin
Segala upaya yang kita lakukan dalam menanamkan disiplin kepada anak, harus berlandaskan sifat kemaha pengasihan dan kepenyayangan Allah SWT. Dengan demikian, kita akan senantiasa terkendali dalam mendisiplin.

3.       Jangan jemu berbuat baik
“ Pekerjaan orang tua dan guru adalah pekerjaan yang terus menerus. Hal itu janganlah dilaksanakan dengan ketat dalam satu hari dan dilalaikan pada hari berikutnya. Penanaman disiplin adalah pekerjaan yang menuntut ketekunan, kesinambungan, dan komitmen. Tak segampang membalikkan telapak tangan. Nabi Muhammad SAW pernah bersabda,” pekerjaan yang paling dicintai, adalah mudawamah ( kesinambungan, kontinyu) walaupun sedikit”.

4.       Urus yang salah dengan segera, bijaksana, dan tegas
Pelanggaran harus dihukum, perbuatan salah harus diperbaiki. Kesalahan harus dihadapi dengan segera, bijaksana, tegas, dan pasti.

5.       Rotan kadang-kadang perlu
Seorang ibu boleh saja bertanya,” haruskah saya hukum anak saya dengan rotan?”. Merotan anak boleh saja diperlukan bilamana cara yang lain gagal, namun demikian dia jangan menggunakan rotan itu jika masih mungkin dihindarkan. Tetapi jika cara yang lebih halus ternyata tidak cukup, maka hukuman yang akan menuntut anak itu kepada perasaannya haruslah dilaksanakan dengan kasih sayang.  Sering cara memperbaiki ( mendisiplin) seperti itu cukup satu kali untuk seumur hidup, untuk menunjukkan kepada anak itu bahwa ia tidak memegang tali kendali.
Anak harus diajar bahwa setiap kesalahan yang tidak diperbaiki akan mendatangkan ketidakbahagiaan kepada dirinya sendiri dan berdosa kepada Allah.
Demikian cara menanamkan disiplin pada anak. Semoga menjadi salah satu referensi bagi para orang tua dan guru dalam mendidik, membimbing, dan membina  anak kita, untuk kemajuan pendidikan dan generasi masa depan bangsa.
Silakan berikan masukkan, saran, kritik, dan komentarnya !

Artikel yang berhubungan :