Untuk silaturahim, silakan "like" fanspage FB kami, atau ikuti @denikurnia76, atau Silakan kirim artikel anda ke fadlirobi@gmail.com

www.diaf.web.id

Belajar Teknik Apersepsi

Diterbitkan Oleh Diaf Edukasi

Apersepsi punya kedudukan penting dalam kegiatan pembelajaran. Sehingga tak berlebihan jika Munif Chatib, menyatakan bahwa menit-menit pertama dalam proses belajar adalah waktu yang terpenting untuk satu jam pembelajaran selanjutnya. Pada menit-menit pertama itulah apersepsi bisa dilaksanakan.

Dalam sejarahnya, orang yang pertama kali mengenalkan istilah teori apersepsi adalah Johan Friedrich Herbart ( 1776-1841 ), seorang psikolog, filsuf, sekaligus guru ahli yang berasal dari Jerman. Kenyataan bahwa interaksi antara guru dan siswa dalam proses pembelajaran sangat dinamis dan kompleks sehingga sulit dijelaskan secara sederhana, telah mendorong Herbart untuk menemukan teori apersepsi.
Salah satu teknik apersepsi yang bisa dilakukan adalah Fun Story ( cerita lucu ). Fun story yang disampaikan oleh guru pada 5 menit sebelum belajar dimulai kan dapat membuat otak anak siap untuk belajar. Dengan cerita lucu anak akan merasa relaks dan senang yang ditandai dengan rona wajah yang ceria, tersenyum, bahkan tertawa. Munif Chatib menyebut kondisi tersebut sebagai Zona Alfa. Kondisi alfa adalah tahap paling iluminasi ( cemerlang ) proses kreatif seseorang. Kondisi ini dikatakan sebagai kondisi paling baik untuk belajar.
Fun story ( cerita lucu ) sebagai salah satu teknik apersepsi, bisa diperoleh dengan berbagai cara. Seperti dari pengalaman pribadi, cerita dari pengalaman orang lain, buku-buku humor, internet, dll. Yang terpenting ada kemauan kuat dari guru untuk mendapatkannya. Berikut adalah contoh cerita lucu yang bisa disampaikan oleh guru sebelum belajar.
“ anak-anak, semalam bapak mendapat kiriman e-mail dari seorang sahabat tentang cerita yang luar biasa. Dia bercerita bahwa ada seorang pemuda yang punya kuda ajaib. Ya, ajaib sebab kuda itu punya password atau kata kunci. Jika ingin membuat kuda itu berjalan, passwordnya kita ucapkan alhamdulillah. Sebaliknya, bila ingin berhenti, ta kuncinya adalah bismillah.
Sang pemuda membawa kuda itu ke kota, dan bertemu teman lamanya. Melihat kuda yang bagus, sang teman ingin meminjam dan menaiki kuda tersebut. Si pemuda meminjamkannya, dan memberikan passwordnya.
Begitu diberitahu, sang teman menaiki kuda dan mengucapkan alhamdulillah sehingga kuda langsung meringkik dan berlari. Karena senang, ia kembali mengucapkan alhamdulillah sehingga kuda berlari tambah kencang, keluar kota, dan masuk hutan, menuju jurang yang menganga. Penunggang kuda sangat panik sampai lupa kata kunci untuk berhenti. Jurang di depan tinggal 20 meter lagi, dia masih lupa passwordnya. Jurang tinggal 10 meter, 5 meter....2 meter.pada detik terakhir, dia teringat kata kunci untuk menghentikan kuda, lalu meneriakan bismillah. Kontan si kuda berhenti di pinggir jurang. Begitu melihat dirinya selamat, penunggang kuda mengucapkan alhamdulillah. Kalian bisa menebak sendiri bagaimana akhir ceritanya...” ( Munif ).
Semoga bermanfaat !
Thanks to Oom Komarudin,S.Ag, M.Si on MP Magazine

Artikel yang berhubungan :