Untuk silaturahim, silakan "like" fanspage FB Semua Tentang Belajar, atau ikuti @denikurnia76, atau Silakan kirim artikel anda ke fadlirobi@gmail.com Deni Kurnia, www.diaf.web.id

Mereka Berbicara Mengenai Kenaikan Harga BBM

Pemerintah sudah menaikan harga BBM (kembali). Diikuti kenaikan harga
dan biaya di segala sektor. Biaya transportasi angkutan dengan cepat
"menyesuaikan" dengan harga BBM, walau dalam kenyataannya, tak sesuai
dan tak seimbang. Harga kebutuhan pokok pun membumbung tinggi.

Hal tersebut memang bukan hal yang baru bagi Indonesia. Kita sudah
berulangkali mengalami kenaikan harga BBM, oleh setiap rezim, walaupun
mereka mengklaim sebagai pembela rakyat. Kita sebagai rakyat, tak
sedikitpun diberi pilihan. Satu-satunya pilihan adalah, MENERIMA
dengan segenap keikhlasan.

Dengan kenaikan harga BBM ini, banyak yang menjerit, banyak rakyat
yang pesimis akan kemampuan ekonominya, banyak pula yang menganggapnya
hal yang wajar.

Saya banyak menemui orang dari berbagai kalangan. Saya tanya pendapat
dan sikapnya terhadap kenaikan harga BBM ini. Beberapa pendapat dan
sikap mereka saya tuliskan di bawah ini :

Mas Hadi ( Pedagang sate Lamongan terkenal di Mande )
" Baru aja sebulan menjabat, tega banget Jokowi naikkin harga BBM.
tapi kalau dibanding jaman Soeharto, saya merasa lebih baik sekarang.
Alasannya, kalau dulu aku baru mampu meminta ke ortu, kalau sekarang,
aku udah punya penghasilan. BBM naik, biarlah....yang penting aku bisa
membelinya....."

Maman ( Pedagang cimol )
" Wios lah pa BBM naek mah, nu penting amang tiasa balanja, tiasa emam"

Odang Bandar ( Petani ikan yang sukses di Jangari )
" Saya menyesal pak, pilih Jokowi. Coba kalau dulu pilih Prabowo,
kayaknya gak bakal kaya gini.."

Dari tiga pendapat orang-orang di atas, saya sedikit berkomentar :

Pertama, sikap terbaik menurut saya adalah menerima segala hal yang
terjadi, termasuk kenaikan BBM ini. " Qul Laa yushibana illa maa
kataballohu lana", semua sudah tercatat dalam qada Allah, dan atas
izin Allah. Dan terbukti, sekian kali mengalami kenaikan harga BBM,
alhamdulillah, kita masih bisa hidup dengan normal.

Kedua, tak usah lah bersandar kepada manusia. Siapapun pemimpin di
negeri ini, seideal apapun visinya, bila sistemnya tak berubah, ya
akan tetap seperti ini. Yang harus diubah pertama kali adalah
sistemnya. Rezim berganti, kebijakan berganti, hasilnya tetap sama
karena dalam bingkai sistem yang sama, yang memaksa orang "baik"
melakukan apa yang dinginkan sistem yang berlaku.

Ketiga, reaksi yang berlebihan atas kenaikan harga BBM ini justru
merugikan diri sendiri. Kenaikan BBM seharusnya "memaksa" kita untuk
makin gigih menjemput rizki dari Allah.

Wallahu'alam
salam Guru Blogger Cianjur

Dedi Dwitagama, Guru Harus Punya Sesuatu !

Ini oleh-oleh lainnya dari Pelatihan Guru Ngeblog, presentasi Pak Dedi
Dwitagama mengenai motivasi guru untuk mengembangkan kemampuannya.

Pak Dedi Dwitagama says :
1. Jadilah guru yang sungguh-sungguh, menjadi profesional, dan
tanggung jawab akan profesi.
2. Hindarkan tekanan, fokus terhadap idealisme, yang pada akhirnya
guru bisa mengembangkan diri dengan idealismenya
3. Enjoy be teacher....lakukan semuanya dengan ikhlas, Allah akan
menghargai setiap usahanya.
4. Ngebloglah....itu jadi media ekspresi guru Indonesia...

Serunya Pelatihan Guru Ngeblog ke-8 di Cipanas

Pelatihan Guru Ngeblog Cianjur, Namin AB Ibnu Namin dan Deni Kurnia
Alhamdulillah, setelah sekian lama belajar ngeblog secara otodidak, akhirnya Allah mempertemukan saya dengan para "master" blogger, yang notabene adalah seorang guru, merekalah Guru Blogger. Bahagia bisa bertemu Pak Namin AB Ibnu Solihin, pemilik motivatorkreatif.wordpress.com, Pak Wijaya Kusumah, pemiliki wijayalabs.com, Pak Bhayu Sulistiawan dan Mas Sukani (salah seorang pemenang Lomba Blog ), Pak Yulef Dian ( Penggagas Asean Blogger ),  juga Pak Dedi Dwitagama, admin dedidwitagama.wordpress.com

Silaturahim ini dikemas dalam acara " Pelatihan Guru Ngeblog #8" di SMPN 1 Cipanas Cianjur. Subhanalloh, peserta luar biasa banyak. Mayoritas guru, walaupun dari praktisi kesehatan juga antusias mengikuti kegiatan ini.

Peserta, diberi tutorial pembuatan  blog step by step di wordpress.com. Para tutor, dengan sabar membimbing peserta untuk menyelesaikan pembuatan blognya, ( he..he...sementara saya sibuk membuat posting untuk www.diaf.web.id). Termasuk Pak Namin, yang ganteng, ikut keliling dari meja ke meja, tentunya agar peserta mampu membuat tugas mereka.

Ada beberapa hal yang menjadi pembelajaran bagi saya dalam pelatihan ini, :
1. Pak Namin mengatakan, " Jangan menjadi guru basi", artinya ilmu yang diberikan kepada siswa, perlu di-update terus menerus. Kata kuncinya, " belajar"
2. Walau, alhamdulillah, ilmu ngeblog yang saya miliki sudah bisa untuk mengelola blog saya, namun silaturahim semacam pelatihan ini tetap saya perlukan karena saya oftimis, semua ini penuh manfaat.
3. Banyak peserta yang sudah usia "agak" tua, namun, subhanalloh, antusiasmenya dalam hal ngeblog bisa mengalahkan anak muda.

Ini oleh-oleh bagian 1 dari Pelatihan Guru Ngeblog #8" di SMPN 1 Cipanas Cianjur, Insya Allah dilanjut deh...

Beberapa dokumentasi kegiatan Pelatihan Guru Ngeblog :
Pak Namin berbagi pengalaman

Masih Pak Namin.....

Pak Dedi Dwitagama, Pak Namin, Pak Bhayu, dan yang baju batik, Saya....


Aksi Pak Yulef Dian......

Salam Guru Blogger Cianjur

Sayang Sekali, Blog Kuas Ajaib Terlantar !

Dalam kurun waktu 2009 hingga 2011, di Trans 7 ada sebuah program
pendidikan yang bagus, Kuas Ajaib. Dalam acara ini ditayangkan
pembelajaran menggambar sederhana, dengan cara sederhana, namun
kreatif.

Diasuh Pak Raden, acara ini pun menampilkan keterampilan pembuatan
mainan dari bahan-bahan sederhana, murah, bahkan gratis. Sebagai
seorang pendidik, waktu itu saya pun senang melihatnya.

Dokumentasi pembuatan mainan dan lukisan, selain bisa ditonton di TV,
juga bisa dibaca di blognya, kuasajaib.wordpress.com.

Namun sayang seribu kali sayang, acara di Trans 7 ini berhenti tayang
dan imbasnya, blog Kuas Ajaib pun "terlantar". Padahal, sejujurnya,
acara dan blognya memberikan sesuatu yang beda, dan mewarnai
pendidikan di Indonesia. Banyak anak negeri yang suka, karena
inspiratif bagi pengembangan kreativitas.

Akhirnya, bagi admin blog Kuas Ajaib, "tolong dong" kelola lagi
blognya, dan kita menunggu kreasinya. Dan bagi Trans 7, buat lagi
acara-acara sarat pendidikan, demi kemajuan anak negeri.

Salam Guru Blogger Cianjur

Melaksanakan Secara Oftimal Kurikulum 2013, Mengurangi Dosa Pendidikan !

Dengan melaksanakan Kurikulum 2013 secara maksimal dan penuh
kesadaran, sebuah upaya "mengurangi" dosa-dosa pendidikan. Nah lho,
apa maksudnya?

Ucapan ini terlontar dari Kepala SMP Negeri 1 Cikalongkulon dalam
acara Pendampingan Kurtilas. Namun apa hubungannya Kurikulum 2013
dengan "dosa pendidikan".

Yang saya tangkap dari kalimat tentang dosa pendidikan yang sadar atau
tidak kita sebagai insan pendidik lakukan selama ini, antara lain,
bahwa dalam kurun waktu kita (baca : saya ) menjalankan tugas suci
memberikan pendidikan bagi generasi anak bangsa, terkadang
"malpraktek". Kita abai dan kurang peduli dengan kondisi peserta
didik. Kondisi psikisnya, latar belakang keluarganya, dll yang
menentukan keberhasilan pembelajaran.

"Dosa" pendidikan lainnya, terkadang guru melakukan pembelajaran
"jarak jauh", guru di kantor atau kantin:(, sedangkan siswa sibuk
mengerjakan LKS. Jelas ini "dosa" yang dilakukan insan pendidik. Saya
pernah masuk ke kelas di sebuah sekolah menengah. Di papan tulis
tercantum tulisan, " Kata Pak Anu, lanjutkan pengisian LKS halaman
sekian!". Yang menarik, di bawah tulisan tersebut, ada tulisan peserta
didik yang berbunyi, "Comment : Horeaaaam....". Saya tersenyum melihat
tulisan tersebut. Ini cerminan, bahwa peserta didik sangat memiliki
HAK untuk mendapatkan pengajaran dan guru hadir di sampingnya.

Masih banyak yang perlu kita perbaiki. Masih banyak yang harus kita
ubah dalam diri kita. Sebuah frasa terkenal meneguhkan ini, " Anak
adalah peniru ulung". Apa yang dilakukan guru, menjadi contoh bagi
peserta didik.

Sekarang, apa korelasinya dengan Kurtilas?

Kurtilas, memperbaiki semua kekurangan pembelajaran. Kurtilas memaksa
guru untuk senantiasa belajar dan beradaptasi dengan perubahan.

Dalam Menulis di Blog, Penting Mana Kuantitas atau Kualitas?


( www.diaf.web.id) Menulis di blog, bagi saya merupakan seni
berekspresi. Seni berkata-kata lewat tulisan, mengungkap empiris atau
pengalaman. Ia menjadi sarana "berbagi" ilmu, opini, dan kemanfaatan.
Bukan sekedar keuntungan secara finansial, walau itu jadi motivasi
tersendiri, namun yang lebih penting dari itu, terjalinnya silaturahim
dan ukhuwwah.

Sekarang pertanyaannya, ketika "ngeblog", notabene seni menulis, mana
yang dipentingkan, kuantitas atau kualitas? Kuantitas, diartikan
banyaknya konten yang dibuat, terjadwal, dan dalam waktu yang teratur.
Sedangkan kualitas, diartikan kita memposting tulisan yang "terbaik"
menurut persepsi si penulis, dan ditulis ketika "good mood".

Sekarang kita kaji keuntungan dan kerugian dari mementingkan kuantitas
atau kualitaas.

Pertama, KUANTITAS:
Keuntungannya : :)
1). Blog cepat gemuk karena banyak konten yang diposting.
2). Pengunjung disuguhi banyak pilihan artikel.
3). Kepiawaian menulis jadi terasah, sehingga kemungkinan si empunya
blog makin mahir.
4). Jika tulisan kita yang banyak itu menarik, pengunjung akan puas
dan kemungkinan akan berkunjung kembali.
5). Karena banyak artikel yang bisa dipilih, kemungkinan "pageviews"
blog akan bertambah pula

Kerugiaannya : :(
1). Jika tulisan kita tidak menarik, pengunjung akan kecewa dan
kemungkinan ia akan menghapus blog kita dari daftar bacaannya.
2). Terkadang kita tidak "enjoy" dalam ngeblog. Seolah ada kewajiban
untuk memposting tulisan. Semacam punya hutang yang harus dibayarkan.

Kedua, KUALITAS :
Keuntungannya :):
1). Tulisan-tulisan di blog, "daging" semua. Semuanya tulisan terbaik dari kita.
2). Pengunjung akan benar-benar dimanjakan dengan artikel-artikel yang
oftimal dalam penulisannya.
3). Waktu ngeblog jadi lebih santai, karena tidak dikejar "deadline"
yang kita tentukan sendiri.

Kerugiaannya;(:(:
1). Konten sedikit, membuat pertumbuhan blog menjadi lambat.
2). Pageviews rendah, rangking blog akan menurun pula.
3). Terkadang karena ingin menulis yang terbaik, kita jadi "bad mood"
dan akhirnya berhenti menulis.

Jadi pilih mana, KUANTITAS, atau KUALITAS?

Kalau idealnya, sekaligus. Kuantitas dan kualitas. Namun jika harus
memilih salah satu, saya pilih KUANTITAS.

Alasannya?
1). Dengan posting artikel setiap hari, rank blog saya terus
terangkat, dan "pageview" meningkat.
2). Bagi saya, kapanpun ketika ada ide, ada kesempatan menulis, maka
saya lakukan, dan blog kontennya ter-update terus.
3). Ini menjadi latihan bagi saya untuk membuat artikel yang bisa
disukai para pembaca.

Akhirnya, "happy blogging" dan semoga menjadi sumbangsih bagi upaya
mewujudkan "INTERNET POSITIF" dengan konten bermanfaat.

Salam Guru Blogger Cianjur
www.diaf.web.id

Akhirnya, Persib Juara !

Para pemain Persib merayakan gelar Juara ISL 2014
Alhamdulillah, setelah melalui pertandingan yang melelahkan, akhirnya
Persib menjadi juara Indonesia Super League ( ISL) tahun 2014.

Pertarungan ketat melawan Persipura, Persib memenangkan pertarungan
melalui adu penalti, dan berkesudahan dengan skor 7-6.

Bagi Persib, kemenangan memuncaki ISL dan menjadi jawara, merupakan
penantian yang amat panjang, 19 tahun.

Dan, tak banyak yang bisa ditulis di sini, selain....Bravo Persib!






Untuk Guru Cianjur, Yu Ikutan Pelatihan Guru Ngeblog !

Sebagai informasi lanjutan dari Blog Pak Dedi Dwitagama tentang
Pelatihan Guru Ngeblog, dan juga agar lebih tersebar luas, terutama
rekan guru di Cianjur, saya postingkan informasinya di sini.

Pelatihan Guru Ngeblog ke-8, yang diselenggarakan oleh Komunitas
Sejuta Guru Ngeblog (KSGN), di SMP Negeri 1 Cipanas Cianjur, ini
dilaksanakan pada tanggal 16 November 2014.

Adapun pematerinya adalah :
1. Pak Namin AB Ibnu Solihin
2. Pak Bhayu Sulistiawan
3. Pak Dedi Dwitagama

Dan, tentu saja Omjay ( founder KSGN) juga akan hadir. Jadi, yu kita
ikutan, mudah-mudahan kita mendapatkan ilmu ngeblog dan mewarnai dunia
pendidikan Indonesia!

Salam Guru Blogger Cianjur
www.diaf.web.id

Tips Menyelesaikan Beda Pendapat dalam Keluarga

Berkeluarga, artinya menyatukan dua insan ikhwan dan akhwat untuk
hidup bersama dalam satu naungan yang sama. Menyatukan dua karakter
yang beda, dua adat yang berbeda.

Dalam perjalanannya, suatu keluarga tentu akan mengalami
benturan-benturan kecil, silang pendapat, antara sang suami dengan
istri. Hal yang wajar dan manusiawi, mengingat perbedaan karakter
tadi.

Agar beda pendapat ini tidak melebar dan meruncing, berbuntut,
naudzubillah, perceraian, berikut tips menyelesaikan beda pendapat
dalam keluarga, sebagian diadaptasi dari tulisan di Islampos.com,
tanggal 4 November kemarin, dan sebagian lahi merupakan pengalaman
empiris yang saya rasakan dalam mengarungi kehidupan rumah tangga.

Berikut tipsnya :
1) Berfikir dulu, baru bicara
Meluangkan waktu sebentar untuk berfikir, akan membantu meredakan
ketegangan akibat beda pendapat. Reaksi spontan terhadap kata-kata
pasangan, akan memperkeruh suasana.

2) Perjelas atau Ulangi Kata-kata yang menimbulkan perbedaan.
Tujuannya, agar kita lebih faham akan situasi dan tidak terjadi
"misunderstanding". Dengan kejelasan maksud dari perkataan tersebut,
kita dengan tepat bisa mencari solusi terbaik untuk penyelesaiannya.

3) Atur volume dan ritme suara.
Nada bicara tinggi dan tergesa-gesa bisa menimbulkan masalah baru bagi
pasangan. Niat hati meredakan ketegangan, malahan timbul
ketidaksefahaman akibat nada bicara tinggi.

4) Banyak mendengar, sedikit bicara.
Dengarkanlah opini pasangan, biarkan ia mengekspresikan apa yang
diinginkannya, walau dengan nada tinggi. Dalam kondisi seperti ini,
menyela atau menyanggah, akan menimbulkan masalah baru.

5) Jika panas, segera dinginkan.
Jika suasana mengarah panas, segera dinginkan. Bisa dengan diam
mendengar, berempati, atau sekedar menganggukan kepala. Usahakan tidak
berespon langsung.

Banyak upaya yang bisa kita lakukan agar rumah tangga tetap
berlangsung. Keterampilan menyelesaikan masalah dan perbedaan, mesti
kita miliki, tentunya dengan riyadhoh atau latihan terus-menerus. Hal
ini sangat membantu mewujudkan rumahtangga yang diidamkan semua orang,
"sakinah, mawaddah, dan penuh rahmat". Insya Allah :):)

Semoga bermanfaat.
Salam Guru Blogger Cianjur

Yang Mesti Kita Lakukan Sekarang adalah Menjaga Lisan dan Berbaik Sangka

Saya selalu teringat sebuah sabda baginda Nabi, " Salaamatul Insaan fii Hifdzil Lisaan", selamatnya manusia tergantung penjagaan atas lisannya. Konteks hadits ini sangat sesuai dengan kondisi kekinian yang makin tidak menentu dan sangat mudah untuk menggelincirkan manusia ke arah yang tidak baik.