Untuk silaturahim, silakan "like" fanspage FB kami, atau ikuti @denikurnia76, atau Silakan kirim artikel anda ke fadlirobi@gmail.com

www.diaf.web.id

Mengenal Abu Nawas Lewat Syair Gubahannya

Kita sering melantunkan syair " Ilaahi Lastulil..."dalam berbagai kesempatan. Sebuah syair yang benar-benar menyadarkan kita tentang hakikat dan tujuan hidup kita. Entah tahu atau tidak bahwasannya pengarang syair legendaris itu adalah seorang tokoh bernama Abu Nawas. Siapa Abu Nawas atau Abu Nuwas itu ?

Berikut penjelasan Wikipedia : Abu-Ali Al-Hasan bin Hani Al-Hakami (756-814), biasanya dikenal sebagai Abū-awās atau Abū-Nuwās (Bahasa Arab:ابونواس), adalah seorang pujangga Arab. Dia dilahirkan di kota Ahvaz di negeri Persia, dengan darah Arab dan Persia mengalir di tubuhnya. Abu Nawas dianggap sebagai salah satu penyair terbesar sastra Arab klasik. Abu Nawas juga muncul beberapa kali dalam kisah Seribu Satu Malam.

Abu Nuwas adalah penyair terkenal pada masa Bani Abbasiyyah, sehingga ia digelari sebagai pemimpin penyair di jamannya. Namun perjalanan hidupnya penuh kontroversi, terutama lewat syair-syair gubahannya, yang banyak " dikotori" dengan kata-kata yang tidak pantas. banyak tokoh yang mengatakannya sebagai tokoh zindik, namun tak sedikit juga yang menolak pendapat itu.

Walau demikian, ada satu prinsip yang kita pegang, " Undzur maa Qoola walaa tandzur man qoola". Lihat, simak, dan perhatikan apa yang dikatakan ( sesuatu kebenaran), jangan memperhatikan siapa yang mengatakannya. Dalam kasus ini, sebagaimana di awal, bagaimanapun kehidupan Abu Nawas, tetaplah ia mewariskan syair legendaris yang sering dibaca kalangan Muslim.

Mari kita simak dan renungkan makna " Syair Abu Nawas" berikut ini, yang saya "ambil" dari Blog Pustaka Lebah


شعر أبو نواس
----------------------
إلهي لست للفردوس أهلا...
Wahai Tuhanku! Aku bukanlah ahli surga
ولا أقوى على نار الجحيم...
Tapi aku tidak kuat dalam neraka
فهب لي توبة واغفر ذنوبي...
Maka berilah aku taubat (ampunan) dan ampunilah dosaku
فإنّك غافر الذّنب العظيم...
Sesungguhnya engkau Maha Pengampun dosa yang besar
ذنوبي مثل أعداد الرّمال...
Dosaku bagaikan bilangan pasir
فهب لي توبة ياذا الجلال...
Maka berilah aku taubat wahai Tuhanku yang memiliki keagungan
وعمري ناقص في كلّ يوم...
Umurku ini setiap hari berkurang
وذنبي زائد كيف احتمال؟؟؟
Sedang dosaku selalu bertambah, bagaimana aku menanggungnya???
إلهي عبدك العاصي أتاك...
Wahai Tuhanku! Hamba-Mu yang berbuat dosa telah datang kepada-Mu
مقرّا بالذّنوب وقد دعاك
Dengan mengakui segala dosa, dan telah memohon kepada-Mu
فإن تغفر فأنت لذاك أهل...
Maka jika engkau mengampuni, maka Engkaulah ahli pengampun
وإن تطرد فمن نرجو سواك؟؟؟
Jika Engkau menolak, kepada siapakah lagi aku mengharap selain kepada Engkau???


Semoga bermanfaat !
Salam, Guru Blogger Cianjur

Para Ulama Berbicara Mengenai Pentingnya Bekerja

Seberapa penting bekerja itu di mata para ulama terdahulu? Berikut
beberapa pendapatnya yang saya ambil dari buku " Fiqih Wanita", buah
tangan Dr. Yusuf Qaradhawi.

TIDAK MAU BEKERJA ADALAH AHLI BID'AH DAN MEMILIKI SIKAP BURUK

Imam Ahmad bin Hanbal pernah diminta tanggapannya pada suatu kaum yang
tidak bekerja, tetapi mengatakan,"Kami adalah orang-orang yang
bertawakkal." Ia berkata, " Mereka adalah orang-orang ahli bid'ah.
Mereka adalah orang-orang yang memiliki sikap buruk yang menginginkan
dunia ini berhenti berputar."

TIDAK MAU BEKERJA ADALAH ORANG BODOH

Abdullah bin Ahmad bertanya kepada Imam Ahmad, dari suatu kaum yang
mengatakan, " Kami bertawakkal kepada Allah dan kami tidak berusaha."
Ia berkata, " Hendaknya setiap orang bertawakkal kepada Allah, tetapi
mereka tidak berusaha. Perkataan ini adalah perkataan orang bodoh."

TIDAK MAU BEKERJA ADALAH PERBUATAN HINA

Dari Muhammad bin Ashim, ia berkata," Telah sampai berita kepadaku
bahwa Umar bin Khaththab jika ia melihat anak muda yang membuatnya
kagum, maka ia akan menanyakan perihal anak itu, apakah anak itu
memiliki pekerjaan? Jika dikatakan, 'Tidak' maka ia akan berkata,"
Telah jatuh derajat anak itu di mataku."

TIDAK MAU BEKERJA ADALAH PERBUATAN PEMINTA-MINTA

Said bin Musayyab pernah berkata, " Siapa saja yang hanya berdiam diri
di mesjid, tidak bekerja, dan hanya menerima siapa yang memberikan
sesuatu kepadanya, maka sesungguhnya orang itu telah menjadi
peminta-minta."

TIDAK MAU BEKERJA, MAKA NILAI KEMANUSIAANNYA TELAH RUSAK

Imam Ar-Raghib al-Ishfahani pernah berkata, " Siapa saja yang tidak
mau berusaha dan bekerja, maka ia nilai kemanusiaannya telah rusak,
bahkan nilai kebinatangannya, dan menjadi orang yang telah mati."

Pendapat para ulama tentang betapa pentingnya bekerja mencari karunia
Allah, menjadi relevan saat ini. Betapa tidak, saya sering melihat
banyak anak muda yang bersantai-santai, berleha-leha, dan sepanjang
hari menghabiskan waktu untuk hal yang tidak berguna. Padahal mereka
butuh makan, jajan, butuh uang untuk rokok dan sebagainya. Apakah
mereka tidak mampu bekerja? TIDAK. Potensi mereka besar, tenaga dan
kognitif mumpuni. Hanya faktor ketidakmauan yang memenjarakan mental
mereka.

Ya, semoga saja tulisan ini bisa memberikan sedikit refleksi, bahwa
bekerja mencari karunia Allah, dengan mengerahkan segenap potensi,
adalah bernilai IBADAH.

Diaf Edukasi
Salam, Guru Blogger Cianjur

Catatan Kecil dari Shalat Istisqo di Alun-alun Cibalagung

Shalat Istisqo, menurut wikipedia adalah   (bahasa Arab: صلاة الاستسقاء)   salat Sunah yang dilakukan untuk meminta diturunkannya hujan. Salat ini dilakukan bila terjadi kemarau yang panjang atau karena dibutuhkannya hujan untuk keperluan/hajat tertentu. Salat istisqa dilakukan secara berjamaah dipimpin oleh seorang imam.

Untuk memohon diturunkannya hujan, ada 3 tahap upaya yang bisa dilakukan. Pertama, dengan seringnya berdoa, kapan pun. Yang kedua, berdoa pada hari Jumat ( sayyidul ayyam). Dan yang ketiga adalah dengan melaksanakan sholat istisqa secara berjamaah.

Saya pribadi memberikan penghargaan yang besar kepada Bapak H. Ute Misbahudin, Kepala Desa Kademangan Kecamatan Mande, Ketua MUI Kec. Mande, dan Pengurus Mesjid Besar Assu'ada, yang dengan inisiatifnya mengajak masyarakat untuk melaksanakan shalat istisqa di Lapangan Alun-alun Cibalagung. Jumat kemarin, terlaksanalah shalat istisqa, yang subhanallah  dihadiri para alim ulama, tokoh, dan masyarakat Kecamatan Mande.

Sebuah langkah baik tentunya. Di tengah keterbatasan manusia, ada upaya untuk memohon sesuatu kepada yang serba Maha. Kekeringan, membuat manusia kesulitan. Namun bila ditempuh dengan kesabaran dan upaya maksimal untuk mengatasinya, inilah yang insya Allah mendatangkan keridhoan Allah SWT.

Namun, di balik kegembiraan di atas, saya pun memiliki kemirisan dan kekecewaan. Bukan masalah individual, namun insya Allah opini ini adalah opini sebagian besar pribadi Muslim yang masih memiliki kecintaan kepada syiar agamanya. Kemirisan dan kekecewaan tersebut, setidaknya tercermin dari beberapa catatan berikut :

1. Shalat istisqo merupakan ibadah sunnah musiman yang jarang dilakukan. ia dilakukan hanya ketika musim kemarau. Menurut saya, inilah momen untuk beribadah sunnah tersebut secara maksimal. Namun ternyata animo masyarakat kurang.

2. Shalat istisqo, dilakukan secara berjamaah dan di tempat terbuka. Tentu ini menjadi syiar agama yang urgen untuk memperlihatkan keutuhan dan kebesaran Islam. Namun, seperti yang dilihat digambar, jamaah yang hadir tak sesuai dengan harapan.

3. Manusia adalah makhluk lemah. Dengan kelemahan tersebutlah manusia memiliki otoritas dan hak untuk meminta sesuatu kepada Sang Kholik. Shalat istisqo adalah upaya untuk memohon kepada-Nya, salah satunya memohon diturunkannya hujan.

Namun bagaimanapun, inilah upaya dari hamba-hamba yang lemah untuk mendapat keridhoan dari Allah SWT.

Semoga bermanfaat !
Salam, Guru Blogger Cianjur

 

6 Manfaat atau Faedah Shalat Malam/Tahajjud

(Diaf.web.id) Tahajjud, menurut Al Imam Al-Qurthubi, " Berdiri atau
bangun dari tidur untuk melakukan shalat".

Shalat Tahajjud atau shalat malam sangat besar keistimewaan dan
manfaatnya bagi seorang muslim, sebagaimana sabda Rasulullah SAW, "
Hendaklah kalian melakukan shalat malam, karena ia merupakan perilaku
atau adat kebiasaan orang-orang salih sebelum kalian, dan juga
pendekatan diri kepada Allah SWT, penghalang dari dosa, penghapus
segala keburukan dan menghalau penyakit dari tubuh". ( Al Fathul-Kabir
no. 3958).

Dalam hadits lain, Rasulullah SAW bersabda, " Kemuliaan seorang
mu'min--terletak pada--shalatnya di waktu malam". ( Al Fathul Kabir
no. 3604).

Dari dua hadits ini, dapat disimpulkan bahwa sedikitnya ada 6 faedah
shalat malam, yaitu :

1. Membentuk karakter atau kepribadian shaliihiin atau orang-orang
sholih, karena ia merupakan adat kebiasaan orang-orang shalih sejak
dulu.

2. Sarana mendekatkan diri atau taqarrub kepada Allah. Artinya, dengan
shalat malam seseorang akan semakin dekat dengan Allah.

3. Mencegah dari dosa. Artinya, dengan shalat malam seseorang dapat
menguasai dirinya serta membentenginya dari perbuatan dosa.

4. Menghapus atau menghilangkan segala keburukan, yaitu segala sifat
buruk dan keburukan hati, seperti dengki, dendam, tamak, bakhil,
sombong, riya, buruk sangka dan segala sifat tercela lainnya, yang
semua itu merupakan sumber penyakit rohani.

5. Menghalau atau mengusir penyakit-penyakit jasmani. Artinya, dengan
shalat malam, segala macam penyakit jasmani pun akan sembuh juga.

6. Shalat malam akan membuat seorang mu'min mencapai kemuliaan dan
kejayaan di dunia dan di akhirat.

Dan masih banyak lagi hadits-hadits Nabi SAW serta penjelasan para
ulama yang menyebutkan keistimewaan shalat malam, sehingga wajarlah
bila Nabi SAW bersabda, " Hendaklah kalian melakukan shalat malam,
walaupun hanya satu rakaat." ( HR Ath-Thabrani, dalam At-Targhib
wat-Tarhib juz I hal 292 no. 932).

Sumber : Hikmah Zikir Berjamaah, Ust. Arifin Ilham, terbitan Republika
Penerbit )


Semoga Bermanfaat!
Salam Guru Blogger Cianjur

Lirik dan Notasi Lagu Bidadari Syurga

Lagu Bidadari Surga, yang dilantunkan almarhum Ust. Jefri ( Uje ) merupakan salah satu lagu favorit saya. Liriknya begitu menyentuh dan "menyadarkan" bagi saya sebagai seorang suami dan ayah bagi anak-anak. Lagu inipun mengingatkan akan fungsi dan tugas seorang suami.

Bagi anda yang senang menyanyi diiringi petikan gitar, berikut saya posting lirik dan notasi lagu " Bidadari Surga" ( Sumber : https://www.facebook.com/ChordGitarEndLirikLagu/posts/399037280196506 ).

Bidadari Surga - Uje (Ust. Jefri Al-Buchori)

Intro : Am G F
Em Dm C G Am
Am G
Setiap manusia punya rasa cinta

F E
yang mesti dijaga kesuciaanya
Dm Am
namun ada kala insan tak berdaya
F E Am F E Am
saat dusta mampir bertahta
Am G
ku inginkan dia..yang punya setia
F E
yang mampu menjaga kemurniaannya
Dm Am
saat ku tak ada ku jauh darinya
F E Am
amanah pun jadi penjaganya

Reff :
Am Dm
hatimu..tempat berlindungku
G C E
dari kejahatan syahwatku
Am A Dm
Tuhanku merestui itu
G C
dijadikan engkau isteriku
E Am G F E Am G F E
engkaulah...Bidadari Surgaku
Am G
tiada yang memahami segala kekuranganku
F E
kecuali kamu, bidadariku
Dm Am
maafkanlah aku dengan kobodohanku
F E Am
yang tak bisa membimbing dirimu
kembali ke : Reff (2x)
E Am F E
Engkaulah Bidadari Surgaku
Am
Robbanaa hab lanaa
Dm Am
Min azwajinaa
E
Wa dzurriyatinaa
F E
Qurrota a'yun waj'alnaa
Am
Lil muttaqiina
F Dm E
Imaamaa Imaamaa Imaamaaa
E Am G F E, Am G F E
engkaulah Bidadari Surgaku
outro : Am

Semoga bermanfaat !
Salam Guru Blogger Cianjur 


Sumber gambar : http://yusufmansur.com/memoar-uje/

Fasting Can Change Your Life

"Fasting can change your life", sebuah deskripsi sebuah gambar di
Republika Online. Arti dari kalimat tersebut adalah " Puasa itu dapat
merngubah hidupmu". Benarkah ?

Kalau dilihat dari agama Islam, jelas puasa atau shaum itu memiliki
keutamaan yang banyak. Bahkan Nabi Muhammad SAW pernah bersabda,
"Shumu Tashihuu", bershaumlah niscaya kamu sehat. Dalam Islam, shaum
mengandung banyak aspek. Aspek ibadah, riyadhoh, dan bahkan kesehatan.

Ada yang menarik dari pernyataan Guru Besar Universitas Diponegoro,
Prof. Susilo Wibowo. Beliau mengatakan, bahwa dengan shaum, selain
mengurangi kerusakan sel tubuh juga dapat memperlambat efek penuaan.
Subhanalloh !

Di Jepang ada frasa kata yang berbunyi, " Hara Hachi Bu", yang artinya
makan jangan lebih dari 80 persen kapasitas perut. Ini mengisyaratkan
pengaturan pola makan.

Di Jawa, ada kalimat bijak, " Yen wis yuswo, ayo podo turu longan,
nggo ibadah, ojo lali ugo mangan longan", saat menginjak usia tua,
kurangi tidur dan kurangi makan, kurangi tidur, dan perbanyak ibadah.

Di Sunda berkembang babasan, " Lamun hayang PEURAH, kudu PEURIH". Arti
dari babasan tersebut, jika kita ingin berwibawa, berilmu, dan
memiliki kebijaksanaan, caranya dengan PEURIH, siap mengarungi
penderitaan, riyadhoh ( latihan), ataupun 'kesengsaraan'. Termasuk
dengan rajin shaum.

Selain shaum wajib Ramadhan, sebagai muslim baik pula mendawamkan
shaum sunnah, seperti shaum Senin Kamis, shaum Daud, ataupun shaum 3
hari setiap pertengahan bulan Islam.

Sebenarnya banyak hikmah yang bisa kita gali dari ibadah shaum. Namun
kalimat judul di atas setidaknya menyiratkan "HEBAT" nya melaksanakan
shaum.

" Fasting can change your life". Insya Allah ! :):):)

Salam Guru Blogger Cianjur !

Sumber gambar : http://thisisgender.com/jihad-perempuan-di-bulan-puasa/

Mengapa Ada Iklan Jesus di Republika Online?

Republika Online, yang beralamat di www.republika.co.id, merupakan
salah satu media online yang sering saya kunjungi untuk mendapatkan
informasi dan artikel-artikel umum dan ke-Islaman.

Ada beberapa alasan saya sering mengunjunginya. Pertama, bahwa saya
yakin Republika ( versi cetak dan digital/online), menampilkan berita
dari sudut pandang Islam atau setidaknya dari sudut pandang orang
Islam. Alasan kedua, Republika senantiasa menampilkan artikel yang
bermanfaat, dan banyak yang mengulas hal ihwal keislaman.

Namun ada satu ganjalan. Ketika mengakses Republika Online versi
mobile-nya ( tanggal 6 Oktober 2014, sekitar pukul 10:14), saya
menemukan satu iklan banner yang berbunyi, " FIND A FULFILLED LIFE IN
JESUS !", yang beralamat di m.godlife.com/Jesus. Kita semua faham arti
kalimat di atas. Apakah ada yang aneh?

Menurut saya, sangat aneh. Republika Online yang saya ( atau mungkin
anda ) percaya, media online ini memiliki himmah terhadap Islam, namun
justru menampilkan sponsor dari media musuh Islam. Padahal, dilihat
dari ranking Alexa, pagerank, dan reputasi Republika di dunia maya
sudah tidak diragukan lagi. Modal ini bisa menjadi magnet pemasang
iklan untuk berpromosi di media ini. Republika bisa selektif,
mengesampingkan iklan yang mempropagandakan sesuatu yang Islami.

Yups, jangan jadikan kecintaan kepada media ini berubah menjadi ke-apatisan.

Salam Guru Blogger Cianjur, www.diaf.id

Media Islam Online Yang Sehat Bagi Umat

(Diaf Edukasi) Media Islam online yang sehat bagi umat. Bila melihat dewasa ini, perkembangan media makin pesat, terutama media online. Siapapun, baik perorangan maupun kelompok atau komunitas berusaha mengeksiskan dirinya di dunia maya, dengan aneka tujuan di balik aktivitasnya. Hal ini sangat urgen bagi umat Islam untuk memanfaatkan celah dakwah tak terbatas ruang dan waktu ini, dengan segenap potensi dan bidang keilmuan yang dimiliki, yang seyogyanya bertujuan untuk semata-mata mencari ridho Allah SWT, bukan tujuan lainnya.

Namun, banyak juga media online yang terkadang mengatasnamakan Islam, namun justru menyerang umat dan menghancurkan aqidah mereka. Seperti yang telah saya ulas beberapa waktu lalu, kasus blog penghina Islam, (http://www.diaf.web.id/2014/09/pembelajaran-dari-diblokirnya-blog.html ), yang dengan terang-terangan menghina Islam.

Sebagai penggiat dunia internet, saya memiliki kekhawatiran mengenai pengaruh negatif dari lalu lintas pemberitaan dunia Islam dari berbagai blog/website, yang terkadang bias, sesat, dan menyelewengkan nilai-nilai dan prinsip Islam. Untuk itu, sepanjang pengetahuan saya, ada beberapa blog/website media Islam online yang sehat bagi umat. Beberapa di antaranya adalah :

MuslimMedia News
(www. muslimmedianews.com )


Islam Pos
( www.islampos.com)

 Media Umat
( www.mediaumat.com)

SI Online
(www.suara-islam.com)

Sebenarnya masih banyak media Islam online yang saya rasa sehat untuk dibaca dan dijadikan referensi pengetahuan kita. Hanya sekali lagi, perlu berhati-hati dalam mengambil informasi dari media online, semua perlu dicek ricek ( tabbayun ) agar kita benar-benar mendapat kebaikan dari internet.

Semoga bermanfaat !
Salam Guru Blogger Cianjur, www.diaf.web.id

Silaturahim ke TK/PAUD Rijaalul Ummah Cianjur

Pendidikan Al Qur'an, memang semestinya di mulai dari usia dini. Fase
usia "emas" untuk menanamkan nilai-nilai Al Qur'an dan akidah. Menjadi
fondasi bagi kehidupan si anak pada fase berikutnya.

Jadi teringat semasa dulu aktif dalam pendidikan Al Qur'an pada anak
dini usia. Di mulai dengan mendirikan TKA-TPA Khoiru Ummah, TKA-TPA Al
Maa'uun, dan TKA-TPA Khoiru Ummah 2. Semuanya di Kecamatan Mande. Dan
alhamdulillah, semuanya berjalan hingga sekarang, walau sudah dilepas
dari manajerial saya sendiri.

Mendidik anak usia dini adalah seni tersendiri. Butuh kesabaran,
ketelatenan, dan kemampuan pengayoman, yang notabene pada usia
tersebut, usia yang dinamis dan terkadang 'merepotkan'.

Alhamdulillah bisa ditakdirkan untuk mengunjungi sebuah PAUD yang
terletak di Perum Jangari Kecamatan Mande, Cianjur. PAUD Rijaalul
Ummah, namanya. Lembaga ini didirikan oleh Bu Iis Halimah dan
suaminya, Pak Iwan, tahun 2009.

Dengan ketelatenan, PAUD Rijaalul Ummah masih bisa bertahan hingga
saat ini. Di bantu 2 orang guru, lembaga pendidikan Al Qur'an ini bisa
memberikan pendidikan bagi anak-anak di sekitar lokasi. Dan animo
masyarakat juga cukup bagus. Apalagi, ditunjang sarana bermain yang
bervariasi.

Doa kita, semoga semua pengelola pendidikan usia dini, di mana pun
lembaganya, tetap istiqomah dalam mencetak generasi Muslim berakidah
kuat dan berakhlak Qur'ani. Aamiin.....:)

Kekuatan di balik Kelembutan dan Keramahan

Kelembutan dan keramahan, mengandung kekuatan yang hebat. Ia bisa mengalahkan kekasaran dan kesombongan. Nabi yang mulia pernah mengabarkan adanya perang yang lebih besar dari perang-perang sebelumnya. Para sahabat bertanya, dan Nabi mengatakan bahwa perang dimaksud adalah perang melawan hawa nafsu, perang melawan kesombongan diri.

Benarkah kelembutan keramahan ini mengandung kekuatan? Kita simak sebuah cerita rakyat karangan Aesop. Cerita tersebut mengusahkan pertengkaran antara matahari dan angin. Keduanya merasa bahwa dirinyalah yang paling kuat. Si angin berkata,"Saya akan membuktikan kekuatan saya. Lihat, di sana ada seorang laki-laki tua yang sedang mengenakan jaketnya, bukan? Saya berani bertaruh bahwa saya pasti berhasil membuatnya melepas jaketnya daripada anda."

Demikianlah si angin mulai bertiup, makin lama makin keras sehingga seolah-olah angin tornado sedang menyapu bumi. Namun semakin keras sang angin bertiup, semakin kencang orang itu membungkus diri dengan jaketnya. Si angin menyerah.

Kini giliran matahari. Dengan perlahan sang matahari muncul dari balik awan sambil tersenyum manis kebapakan. Kini orang itu mengernyitkan alisnya dan mulai melepas jaketnya. Kepada sang angin matahari mengatakan bahwa kelemah-lembutan dan keramahan selalu lebih kuat daripada kemarahan dan kekerasan.

Demikian pula hari ini. Matahari dapat membuat anda melepas jaket anda lebih cepat daripada angin, dan pendekatan-pendekatan seperti keramahan, kebaikan, dan penghargaan terhadap seseorang akan mampu membuat orang-orang mengubah pikiran-pikiran dan meredakan api amarah yang sedang membara. Semoga kita bisa mengambil ibrah dan hikmah dari cerita di atas, dan diaplikasikan ke dalam kehidupan kita sehari-hari.

Salam Guru Blogger Cianjur
 ( www.diaf.web.id)

Sumber gambar : mencuat.com